Main Menu

Giusto odio dignissimos Omnis dolor repellendus Olimpedit quo minus Itaque earum rerum

Senin, 19 Oktober 2015



1.      Jelaskan dengan lengkap tentang perkembangan telematika dalam teknologi informasi, serta pemanfaatannya dan bagaimana trend kedepan perkembangan telematika tersebut !

Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique, yang atinya adalah sebuah gabungan sistem jaringan komunakisa dan teknologi informasi ( Telecomunication and Informatics ) sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication . Istilah telematika juga dikenal sebagai ( The New Hybrid Technology ) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Istilah telematikan juga merujuk pada hakekat cyberspace, yaitu sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah
Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}.
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana multimedia. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), Telematika, Multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Contoh dari hasil telematika yang paling populer adalah Internet. Dengan Internet semua masyarakat di dunia dapat berkomunikasi dengan teknologi informasi yaitu komputer / laptop dengan cangkupan yang sangat luas. Selain Internet, hasil dari perkembangan telematika yang sedang di kembangkan saat ini adalah GPS ( Global Positioning Satellite ). Beberapa perusahaan besar produsen mobil telah memasang GPS sebagai fitur dari produk mereka. Guna dari GPS disini adalah sebagai alat navigasi yang dapat membantu para pengendara.

Trend Telematika kedepan

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi antarmuka pun sudah semakin bersahabat,seperti software Microsoft, desktop Ubuntu, GoogleApps, YahooApps Live.

Semua itu berlomba-lomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

2.      Jelaskan dan gambarkan bagan bagaimana arsitektur sisi client dan sisi server jika berkolaborasi (arsitektur telematika) !

Arsitektur Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.
Karakteristik Klien :
  • Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
  • Menunggu dan menerima balasan.
  • Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
  • Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.



Arsitektur Telematika dari Sisi Server
Sebuah eksekusi sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi.
Karakteristik Server:
  • Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
  • Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
  • Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
  • Jenis-jenisya yaitu : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.

Kolaborasi Arsitektur Telematika Sisi Client dan Sisi Server 
Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :
1.         Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWlAp-LpQwBc7phhuLLTiEN4jNvmFFgYbxLY9OlNTAJJFCMGLrV00tcZGynGjKR_bgQ3iHsMMWhm3rnfs5tqCD8c5eLn52odzn1kq_CnaWkiJ7WaFn0NYuHsbQgcDdAy646vPhJ9yEDQXu/s1600/1.jpg
2.         Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoKbbYPCxwLBcQrHZ2fbuP84cZXsRqMzhXci7-YLKaC99okTOG-oY3-4ohyrSrMNplmd91B0-Fx7ps8GobCbBQl6RqeNdVlRaOpMlLolEwP_V8nQ1T2Ue2uYibwby1hEM34JeaPhs8sryx/s1600/2.jpg

3.         Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibHHd4sSV5CtNTWNyt6oFRTbW83izUEIV9Im1tMOlwqRd4C5M3sUzaMO8uc0lHbU5ziwGen7ph3qLW4Cj6jiBooxh6QW6XxWsjUaPtMg0AWUdgYBUrhjr0DSyQYntGtPDHz3CWfcjwKVlq/s1600/3.jpg
Arsitektur Telematika sendiri merupakan struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya. Tiga elemen utama sebuah arsitektur, masing-masing sering dianggap sebagai arsitektur, adalah:
1.   Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.
2.   Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
3.   Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi atau lebih dikenal dikenal dengan istilah Telematika atau dalam istilah asingnya ICT (Information and Communication Technology) menawarkan sesuatu yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal yaitu mini komputer, workstation dan personal komputer yang memiliki kemampuan setara mainframe dengan harga yang jauh lebih murah. 
Hal itu mendorong munculnya paradigma baru dalam pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara phisik melalui jalur jaringan komunikasi.

3.      Bagaimana cara memahami layanan informasi, layanan keamanan, layanan context-aware & event base serta layanan perbaikan sumber ?

Layanan Informasi dan Layanan Keamanan

             Pengertian Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.

Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
  • Confidentiality (kerahasiaan) pada aspek ini system menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
  • Integrity (integritas) pada aspek ini system menjamin data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
  • Availability (ketersediaan) pada aspek ini system menjamin data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait. 
  • Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak dipakai, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.
Layanan Context-Aware dan Event-Base
Istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks- konteks yang ada, yaitu sekumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network tersebut, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter yang ada. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu lokasi user, data dasar user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user, dan berbagai preferensi user lainnya. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan dalam bidang penelitian ilmu computer pada saat ini.

Ada 4 kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection. 
adalah suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection dengan kata lain tempat dan pilihan.

2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting suatu kasus sistem context-aware adalah bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lain nya. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda. Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.

3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.


4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

4.      Jelaskan dan gambarkan flowchart bagaimana cara kerja jaringan wireless dan bagaimana cara kerja terminal !
Untuk menghubungkan sebuah komputer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah JaringanWireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:
  • Sinyal Radio (Radio Signal).
  • Format Data (Data Format).
  • Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7  Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:
  • Physical Layer (Lapisan Fisik)
  • Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
  • Network Layer (Lapisan Jaringan)
  • Transport Layer (Lapisan Transport)
  • Session Layer (Lapisan Sesi)
  • Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
  • Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh: 
Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format
Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.

Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgin9krNXwkG6ZbfUC5m17V6s_Sk9zymE4iAEGeSaOmZjvlPNOvNm7asX9U8dJhapnVNoQXdVY0oHGXkPvb5tPVd5uMUEGu7WDRrbrPtJljCDp7l5X-1v57XUetZOcVcKdV9-BEvkpDTqSd/s320/flowchart.jpg

Gambar Flowchart cara kerja wireless

Mengetahui dan memahami bagaimana cara  kerja Terminal
Terminal adalah Peralatan yang mengakses layanan melalui jaringan yang sifatnya remote atau terpisah melalui sebuah saluran telekomunikasi.Linux memiliki enam terminal atau konsol ketika berjalan dalam modus teks. Artinya, kita dapat menjalankan aplikasi atau kegiatan berbeda-beda untuk tiap terminal dan dalam waktu bersamaan. Untuk berpindah dari satu terminal ke terminal lain, dapat menekan kombinasi tombol ALT + F1 hingga F6.Terminal ketujuh umumnya digunakan oleh X Server. Jadi, jika X Server sebelumnya telah aktif dan tidak dibunuh,kita tinggal menekan tombol ALT + F7 untuk kembali ke tampilan grafis.Terminal yang disinggung di atas adalah terminal dalam modus teks.Terminal juga dapat digunakan dalam lingkungan grafis. 


Untuk membuka terminal di desktop GNOME milik Edubuntu, klik menu Applications > Accessories > Terminal pada panel atas.Terminal sepertinya memang diperuntukkan bagi para profesional. Tetapi ketika kita mengetahui cara kerja dan manfaatnya, kita akan sering menggantungkan diri pada baris perintah ini. Kita dapat mengeksekusi program, membuka file, hingga melakukan manajemen berkas melaluitampilannya yang sederhana.

Linux memiliki lebih dari 2000 perintah ketika menjalankan terminal.Kita tidak perlu menghapal semuanya, hanya beberapa yang kita anggap penting dan sering kita gunakan.Sebuah tips ketika menggunakan terminal. Kita bisa mengetikkan beberapa huruf awal perintah, disusul dengan menekan tombol ESC atau TAB sekali atau beberapa kali. Cobalah untuk memasukkan karakter apada terminal.Disusul menekan ESC atau TAB(Edubuntu mendukung tombol TAB). Apabilamuncul sebuah pertanyaan, ketik y. Sebuahdaftar panjang akan muncul(semua perintah dengan awalan huruf a).

Biasanya data ditampilkan pada komputer pada jarak jauh atau dekat yang disebut dengan terminal. Fungsi dasarnya adalah untuk berhubungan dengan komputer host. 



Terminal juga dikenali dengan beberapa istilah, seperti: CRT – Cathode Ray Tube, VDT -Video Display Terminal atau display station.

Terminal dibagi atas 3 jenis, yaitu :
1. Terminal dungu (dumb), yaitu terminal yang berfungsi hanya berupaya menghantar setiap karakter yang dikirimkan ke host dan menampilkan apa saja yang dikirim oleh host.


2. Terminal ‘smart’ , yaitu terminal yang berfungsi menghantarkan informasi tambahan selain apa yang dikirim oleh pemakai seperti kode tertentu untuk menghindari kesalahan data yang terjadi.


3. Terminal pintar (intelligent), yaitu terminal yang dapat diprogramkan untuk membuat fungsi-fungsi tambahan seperti kontrol terhadap penyimpanan ke storage dan menampilkan lay-out data dari host dengan lebih bagus.

Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah:

1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.




Nama : Rakhmad Maulana Yusuf
NPM  : 15112968
Kelas  : 4KA27




sumber :
http://telemalita.blogspot.com/2009/12/layanan-informasi-dan-layanan-keamanan.html

Senin, 20 April 2015


Mungkin kalian semua sering mendengar istilah ”apa saya yang sekarang adalah cerminan saya dulu”. Memang benar yang dulu menunjukkan apa kita sekrang, Tetapi menurut saya, kata-kata itu tidak sepenuhnya benar,  karena ada banyak hal kejadian atau peristiwa dalam perjalanan hidup kita yang boleh mengubah hidup kita menjadi baik bahkan menjadi buruk. Seperti contoh, ada banyak mahasiswa berhenti kuliah karena salah pergaulan. Banyak mahasiswa yang awalnya biasa-biasa saja menjadi sangat berprestasi mungkin karena kondisi ekonomi keluarga yang minim memicu dia untuk bersemangat untuk kuliah, kehilangan salah satu anggota keluarga atau bahkan orang tuanya. Tetapi banyak juga, menjadi sukses bukan karena tertimpa masalah berat kemudian bangkit kembal, tetapi dikarnakan kepekaan kita melihat orang-orang-orang disekitar kita bahwa banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita, banyak lagi orang-orang Indonesia yang bersusah-payah untuk bisa berkuliah. Jiwa-jiwa seperti ini yang jarang sekali dimiliki oleh setiap kita. Kita kerap sekali menyia-yiakan waktu yang ada. Oleh karena itu kita sangat memerlukan seorang motivator yang dapat menyemangati, menopang dan membimbing kita dalam suka maupun duka.

Benar apa yang Ibu Fetty katakan minggu lalu, bahwa idola itu tidak selalu orang-orang besar. Tetapi sebenarya idola itu harus ada didekat kita yang setiap kesempatan boleh kita lihat dan kita tanya langsung jika kita mempunyai masalah. Jadi motivator itu bisa dari keluarga, sahabat bahkan pacar. Jadi carilah pacar yang bisa mengispirasimu.

Begitu juga dengan saya, Didalam hidup saya ada sesosok yang sangat berpengaruh, yang tidak lain tidak bukan yaitu ayah saya. Mungkin ayah saya tidak sehebat atau sebesar ayah teman – teman yang lain, akan tetapi ada banyak nilai - nilai positif dan kedekatan emosional yang ada pada ayah membuat saya tidak salah memilih. Alasan saya memilih ayah saya sebagai seorang motivator saya sangat simpel, sebab ayah saya telah mengajarkan saya banyak hal selama ini. 
Ayah saya selalu mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri. Ia juga mengajarkan saya berperilaku yang baik dan benar dalam masyarakat. Selain itu, ia juga selalu bersedia membantu saya apabila saya berada dalam kesulitan dengan cara memberi saran yang menurut saya sangat berguna untuk saya di masa yang akan datang.

Saya bisa bayangkan jika ayah saya tidak ada dalam hidup saya, tidak mungkin saya bisa menjadi seperti diri saya sekarang ini. Karena itulah ayah saya bukan hanya sosok yang menginspirasi saya, namun juga sosok yang tidak tergantikan dalam hidup saya. Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada ayah saya atas segalanya yang sudah ia berikan untuk saya. Saat ini mungkin saya bolom ada apa-apanya tetapi saya berharap suatu saat nanti cita-cita saya akan terkabul. Cita-cita saya yang pertama adalah membawa orangtua saya pergi ke tanah suci untuk ibadah Umrah. Oleh karena itu dari sekarang saya harus merintis jalan menuju kesuksesan. Minimal nanti saya menjadi seorang pengusaha seperti ayah saya Amin.

Minggu, 22 Maret 2015

Jika disuruh membuat angan – angan memiliki usaha apa, saya memilih usaha farmasi dan juga alat kesehatan. Usaha ini saya pilih dikarnakan menurut saya 10 – 15 tahun kedepan usaha ini masih amat sangat dibutuhkan dan juga relevan, dikarnakan kita tahu bahwa hampir setiap hari ada sekitar 1 – 3 orang yang terkena penyakit yang tentu saja membutuhkan obat – obatan dan juga alat kesehatan untuk menyembuhkannya. Menurut seorang pakar ekonomi dunia bernama Paul Zane Pilzer dalam buku best sellernya yang berjudul The Wellness Revolution mengatakan: Industri kesehatan akan meningkat 5 kali lipat dalam 10 tahun mendatang, ketika buku itu di rilis sekitar 3 tahun yang lalu. Dan sekarang benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Geliat industri kesehatan saat ini meningkat begitu pesat..

Mengapa bisa demikian? Masih menurut Paul Zane Pilzer, generasi orang-orang saat ini yang berumur antara 40 – 50 tahun yang rata-rata mencapai 24 persen penduduk di setiap negara di dunia, mereka rata-rata sudah sukses dalam meniti karir dan rela untuk berinvestasi demi kesehatannya mencapai 50 persen dari keseluruhan penduduk yang ada. Disinilah saya melihat potensinya akan usaha ini. Mereka akan rela merogoh koceknya dengan senang hati demi kesehatannya, agar mereka tetap terlihat muda, bahkan lebih muda dari usia yang sesungguhnya.

Sepertinya yang kita tau di umur mereka yang sudah mendekati senja, mereka tidak mau terlihat tua, mereka tetap ingin fitalitas yang tetap prima dan kelihatan awet muda. Mereka masih suka melakukan kegiatan-kegiatan anak muda, seperti dansa dengan di iringi lagu-lagu saat jaman mereka masih remaja dulu, dan lain sebagainya.

Nah, di situlah saya melihat tambang emasnya hehe, jika nanti saya memiliki produk kesehatan yang menjadikan mereka tetap sehat dan awet muda, sudah dapat dipastikan mereka akan antusias untuk mengkonsumsinya, karena mereka tidak mau kelihatan tua dan sakit-sakitan. Mereka lebih suka tetap prima dalam kesehatan dan ingin terlihat lebih awet muda. 
Mungkin jika hal ini terjadi nantinya, usaha saya nantinya juga akan saya bekali dengan beberapa keunggulan, diantaranya :
1.       Tidak menggunkan bahan – bahan kimia yang berbahaya.
2.       Tidak menimbulkan efek samping yang berlebih.
3.       Tidak menimbulkan efek ketergantungan.

4.       Dan tentunya harganya yang relative terjangkau.

Jumat, 09 Januari 2015



2. Buatlah kerangka pikiran penelitian sesuai dengan jurusan (Sistem Informasi) !

Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga.

Sistem Informasi  merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdyDzAj2B6NbnLSmLR3ort9iXyugwVg1JK0Z_v7E56MXTTov__Uvt46agctwChrwI14R28zmOm6LtjcaHOJKqO0YplaIzSaX5nm2zs7tHbJGPRL1DSGaeNhCVtiRmkw9T5Bh2SC-Fv23F2/s1600/SIMEDIS.JPG

Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah di jelaskan maka kerangka pemikiran dapat diuraikan sebagai berikut :

Sistem informasi rekam medis merupakan gabungan dari beberapa sistem yang diintegrasikan oleh sistem dari tiap bagian yang ada di Puskesmas tersebut dan disimpan dalam satu database (server) sehingga data-data tersebut diolah menjadi informasi-informasi yang dibutuhkan untuk dijadikan acuan sebagai gambaran untuk proses pengambilan keputusan untuk perkembangan Puskesmas kedepannya. Adapun sistem-sistem yang dibuat pada tiap bagian yang ada yaitu :
1. Sistem Administrator di Server.
2. Sistem Pendaftaran Pasien dibagian Portir (pendaftaran)
3. Sistem Pemeriksaan Pasien dibagian Balai Pengobatan (BP)

Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pengguna sistem dengan menggunakan metodePrototipe dengan menggunakan tools yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga dapat terciptakan Sistem Informasi Rekam Medis yang bisa menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
Contoh kerangka penelitian

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbAqzzC5G8PPzd52YT_KC9LNqs-JkGt6jH0HHzl_xc6gmwvbq3JxSaUthw1eERNOB1sgODQOnFa0AvDQzV3HrXT1iuO-fMSE5Bu3bUTMrnTT4hU7V-XrDiICkpE14ygx7MTG9o26XnOaFr/s1600/2simedis.png


Pada komponen masukkan (input) mengandung data kunjungan pasien, data tenaga kesehatan puskesmas. Data diperlukan untuk menghasilkan informasi yang akan diolah produk sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.

Pada tahapan proses yang akan dilalui oleh komponen masukkan untuk menghasilkan keluaran meliputi pengumpulan data, pengiriman data, pengolahan data dan analisis data serta presentasi data, yang merupakan proses dari suatu sistem informasi yang akan menghasilkan informasi sebagai produk akhir.

Komponen keluaran (output) merupakan hasil dari produk komponen masukkan dan komponen proses berupa indikator dan produk informasi yang diharapkan berguna dalam pemantapan pengembangan sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.


1. Cari dan jelaskan macam-macam metode pengambilan data dalam sebuah penelitian, dan berikan satu contoh dari salah satu metode tersebut!
Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian.metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara:

A.WAWANCARA
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.
Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.
Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998).
B.OBSERVASI
Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

MACAM-MACAM OBSERVASI
a. Observasi Partisipatif
• Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti
b. Observasi Terus Terang atau Tersamar
• Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
c. Observasi tak Berstruktur
• Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
C.Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.
MACAM-MACAM KUISIONER
1. Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.
2. Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.
3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.
4. Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.
Contoh wawancara terstruktur:
P : Apakah Anda mengetahui tentang peristiwa kebakaran yang terjadi di komplek pertokoan ini yang baru terjadi kemarin?
S : Iya
P : Kapan peristiwa kebakaran tersebut terjadi?
S : Sekitar pukul 20.30 WIB.
P : Di mana Anda berada saat kebakaran terjadi?
S : Saya berada di dalam toko saya yang berjarak 300m dari kebakaran tersebut.
P : Bagaimana tindakan Anda begitu mengetahui peristiwa tersebut?
S :Langsung menelpon petugas pemadam kebakaran dan menyelamatkan berkas-berkas penting serta barang berharga lainnya.
Contoh wawancara tidak terstruktur:
P : Apakah Anda mengetahui akan tawuran antar pelajar SMA yang baru saja terjadi di kota ini?
S : Iya
P : Anda mengetahui peristiwa tersebut dari mana?
S : Dari teman saya.
P : Apakah teman Anda melihat langsung kejadian tersebut?
S : Iya, ia sedang melintas daerah tersebut saat tawuran terjadi.
P : Apakah teman Anda ketakutan ketika melihat peristiwa tersebut atau malah mendekat ke lokasi?
S : Ia malah mendekat ke lokasi dan sempat mengambil beberapa foto kejadian tersebut.

SUMBER:
Diberdayakan oleh Blogger.