Main Menu

Giusto odio dignissimos Omnis dolor repellendus Olimpedit quo minus Itaque earum rerum

Senin, 20 April 2015


Mungkin kalian semua sering mendengar istilah ”apa saya yang sekarang adalah cerminan saya dulu”. Memang benar yang dulu menunjukkan apa kita sekrang, Tetapi menurut saya, kata-kata itu tidak sepenuhnya benar,  karena ada banyak hal kejadian atau peristiwa dalam perjalanan hidup kita yang boleh mengubah hidup kita menjadi baik bahkan menjadi buruk. Seperti contoh, ada banyak mahasiswa berhenti kuliah karena salah pergaulan. Banyak mahasiswa yang awalnya biasa-biasa saja menjadi sangat berprestasi mungkin karena kondisi ekonomi keluarga yang minim memicu dia untuk bersemangat untuk kuliah, kehilangan salah satu anggota keluarga atau bahkan orang tuanya. Tetapi banyak juga, menjadi sukses bukan karena tertimpa masalah berat kemudian bangkit kembal, tetapi dikarnakan kepekaan kita melihat orang-orang-orang disekitar kita bahwa banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita, banyak lagi orang-orang Indonesia yang bersusah-payah untuk bisa berkuliah. Jiwa-jiwa seperti ini yang jarang sekali dimiliki oleh setiap kita. Kita kerap sekali menyia-yiakan waktu yang ada. Oleh karena itu kita sangat memerlukan seorang motivator yang dapat menyemangati, menopang dan membimbing kita dalam suka maupun duka.

Benar apa yang Ibu Fetty katakan minggu lalu, bahwa idola itu tidak selalu orang-orang besar. Tetapi sebenarya idola itu harus ada didekat kita yang setiap kesempatan boleh kita lihat dan kita tanya langsung jika kita mempunyai masalah. Jadi motivator itu bisa dari keluarga, sahabat bahkan pacar. Jadi carilah pacar yang bisa mengispirasimu.

Begitu juga dengan saya, Didalam hidup saya ada sesosok yang sangat berpengaruh, yang tidak lain tidak bukan yaitu ayah saya. Mungkin ayah saya tidak sehebat atau sebesar ayah teman – teman yang lain, akan tetapi ada banyak nilai - nilai positif dan kedekatan emosional yang ada pada ayah membuat saya tidak salah memilih. Alasan saya memilih ayah saya sebagai seorang motivator saya sangat simpel, sebab ayah saya telah mengajarkan saya banyak hal selama ini. 
Ayah saya selalu mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri. Ia juga mengajarkan saya berperilaku yang baik dan benar dalam masyarakat. Selain itu, ia juga selalu bersedia membantu saya apabila saya berada dalam kesulitan dengan cara memberi saran yang menurut saya sangat berguna untuk saya di masa yang akan datang.

Saya bisa bayangkan jika ayah saya tidak ada dalam hidup saya, tidak mungkin saya bisa menjadi seperti diri saya sekarang ini. Karena itulah ayah saya bukan hanya sosok yang menginspirasi saya, namun juga sosok yang tidak tergantikan dalam hidup saya. Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada ayah saya atas segalanya yang sudah ia berikan untuk saya. Saat ini mungkin saya bolom ada apa-apanya tetapi saya berharap suatu saat nanti cita-cita saya akan terkabul. Cita-cita saya yang pertama adalah membawa orangtua saya pergi ke tanah suci untuk ibadah Umrah. Oleh karena itu dari sekarang saya harus merintis jalan menuju kesuksesan. Minimal nanti saya menjadi seorang pengusaha seperti ayah saya Amin.

Minggu, 22 Maret 2015

Jika disuruh membuat angan – angan memiliki usaha apa, saya memilih usaha farmasi dan juga alat kesehatan. Usaha ini saya pilih dikarnakan menurut saya 10 – 15 tahun kedepan usaha ini masih amat sangat dibutuhkan dan juga relevan, dikarnakan kita tahu bahwa hampir setiap hari ada sekitar 1 – 3 orang yang terkena penyakit yang tentu saja membutuhkan obat – obatan dan juga alat kesehatan untuk menyembuhkannya. Menurut seorang pakar ekonomi dunia bernama Paul Zane Pilzer dalam buku best sellernya yang berjudul The Wellness Revolution mengatakan: Industri kesehatan akan meningkat 5 kali lipat dalam 10 tahun mendatang, ketika buku itu di rilis sekitar 3 tahun yang lalu. Dan sekarang benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Geliat industri kesehatan saat ini meningkat begitu pesat..

Mengapa bisa demikian? Masih menurut Paul Zane Pilzer, generasi orang-orang saat ini yang berumur antara 40 – 50 tahun yang rata-rata mencapai 24 persen penduduk di setiap negara di dunia, mereka rata-rata sudah sukses dalam meniti karir dan rela untuk berinvestasi demi kesehatannya mencapai 50 persen dari keseluruhan penduduk yang ada. Disinilah saya melihat potensinya akan usaha ini. Mereka akan rela merogoh koceknya dengan senang hati demi kesehatannya, agar mereka tetap terlihat muda, bahkan lebih muda dari usia yang sesungguhnya.

Sepertinya yang kita tau di umur mereka yang sudah mendekati senja, mereka tidak mau terlihat tua, mereka tetap ingin fitalitas yang tetap prima dan kelihatan awet muda. Mereka masih suka melakukan kegiatan-kegiatan anak muda, seperti dansa dengan di iringi lagu-lagu saat jaman mereka masih remaja dulu, dan lain sebagainya.

Nah, di situlah saya melihat tambang emasnya hehe, jika nanti saya memiliki produk kesehatan yang menjadikan mereka tetap sehat dan awet muda, sudah dapat dipastikan mereka akan antusias untuk mengkonsumsinya, karena mereka tidak mau kelihatan tua dan sakit-sakitan. Mereka lebih suka tetap prima dalam kesehatan dan ingin terlihat lebih awet muda. 
Mungkin jika hal ini terjadi nantinya, usaha saya nantinya juga akan saya bekali dengan beberapa keunggulan, diantaranya :
1.       Tidak menggunkan bahan – bahan kimia yang berbahaya.
2.       Tidak menimbulkan efek samping yang berlebih.
3.       Tidak menimbulkan efek ketergantungan.

4.       Dan tentunya harganya yang relative terjangkau.

Jumat, 09 Januari 2015



2. Buatlah kerangka pikiran penelitian sesuai dengan jurusan (Sistem Informasi) !

Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga.

Sistem Informasi  merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdyDzAj2B6NbnLSmLR3ort9iXyugwVg1JK0Z_v7E56MXTTov__Uvt46agctwChrwI14R28zmOm6LtjcaHOJKqO0YplaIzSaX5nm2zs7tHbJGPRL1DSGaeNhCVtiRmkw9T5Bh2SC-Fv23F2/s1600/SIMEDIS.JPG

Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah di jelaskan maka kerangka pemikiran dapat diuraikan sebagai berikut :

Sistem informasi rekam medis merupakan gabungan dari beberapa sistem yang diintegrasikan oleh sistem dari tiap bagian yang ada di Puskesmas tersebut dan disimpan dalam satu database (server) sehingga data-data tersebut diolah menjadi informasi-informasi yang dibutuhkan untuk dijadikan acuan sebagai gambaran untuk proses pengambilan keputusan untuk perkembangan Puskesmas kedepannya. Adapun sistem-sistem yang dibuat pada tiap bagian yang ada yaitu :
1. Sistem Administrator di Server.
2. Sistem Pendaftaran Pasien dibagian Portir (pendaftaran)
3. Sistem Pemeriksaan Pasien dibagian Balai Pengobatan (BP)

Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pengguna sistem dengan menggunakan metodePrototipe dengan menggunakan tools yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga dapat terciptakan Sistem Informasi Rekam Medis yang bisa menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
Contoh kerangka penelitian

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbAqzzC5G8PPzd52YT_KC9LNqs-JkGt6jH0HHzl_xc6gmwvbq3JxSaUthw1eERNOB1sgODQOnFa0AvDQzV3HrXT1iuO-fMSE5Bu3bUTMrnTT4hU7V-XrDiICkpE14ygx7MTG9o26XnOaFr/s1600/2simedis.png


Pada komponen masukkan (input) mengandung data kunjungan pasien, data tenaga kesehatan puskesmas. Data diperlukan untuk menghasilkan informasi yang akan diolah produk sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.

Pada tahapan proses yang akan dilalui oleh komponen masukkan untuk menghasilkan keluaran meliputi pengumpulan data, pengiriman data, pengolahan data dan analisis data serta presentasi data, yang merupakan proses dari suatu sistem informasi yang akan menghasilkan informasi sebagai produk akhir.

Komponen keluaran (output) merupakan hasil dari produk komponen masukkan dan komponen proses berupa indikator dan produk informasi yang diharapkan berguna dalam pemantapan pengembangan sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.


1. Cari dan jelaskan macam-macam metode pengambilan data dalam sebuah penelitian, dan berikan satu contoh dari salah satu metode tersebut!
Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian.metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara:

A.WAWANCARA
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.
Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.
Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998).
B.OBSERVASI
Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

MACAM-MACAM OBSERVASI
a. Observasi Partisipatif
• Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti
b. Observasi Terus Terang atau Tersamar
• Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
c. Observasi tak Berstruktur
• Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
C.Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.
MACAM-MACAM KUISIONER
1. Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.
2. Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.
3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.
4. Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.
Contoh wawancara terstruktur:
P : Apakah Anda mengetahui tentang peristiwa kebakaran yang terjadi di komplek pertokoan ini yang baru terjadi kemarin?
S : Iya
P : Kapan peristiwa kebakaran tersebut terjadi?
S : Sekitar pukul 20.30 WIB.
P : Di mana Anda berada saat kebakaran terjadi?
S : Saya berada di dalam toko saya yang berjarak 300m dari kebakaran tersebut.
P : Bagaimana tindakan Anda begitu mengetahui peristiwa tersebut?
S :Langsung menelpon petugas pemadam kebakaran dan menyelamatkan berkas-berkas penting serta barang berharga lainnya.
Contoh wawancara tidak terstruktur:
P : Apakah Anda mengetahui akan tawuran antar pelajar SMA yang baru saja terjadi di kota ini?
S : Iya
P : Anda mengetahui peristiwa tersebut dari mana?
S : Dari teman saya.
P : Apakah teman Anda melihat langsung kejadian tersebut?
S : Iya, ia sedang melintas daerah tersebut saat tawuran terjadi.
P : Apakah teman Anda ketakutan ketika melihat peristiwa tersebut atau malah mendekat ke lokasi?
S : Ia malah mendekat ke lokasi dan sempat mengambil beberapa foto kejadian tersebut.

SUMBER:

Senin, 27 Oktober 2014

Pertanyaan
1.   Jelaskan peranan sikap keterbukaan dalam ragam bahasa lisan!
2. Pada ragam lisan, pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengaran. Jelaskan dan beri contoh!
3. Cari wacana yang membedakan pemanfaatan bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah!

Jawaban

1.Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.

Adapun kelebihan ragam bahasa lisan diantaranya sebagai berikut :
·         Dapat disesuaikan dengan situasi.
·         Faktor  efisiensi.
·         Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak anggota badan agar pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
·         Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
·         Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
·         Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.
Adanya keterbukaan dalam bahasa lisan dapat menimbulkan bahasa yang komunikatif antara komunikan dan komunikator yaitu dengan cara  menempatkan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai dengan pilihan kata yang tepat untuk mencapai tujuan dimana pendengar mudah mengerti dan memahami isi pembicaraan.

2.   Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Berhubungan dengan “Ketepatan Ucapan” dimana Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat. Pengucapan bunyi yang kurang tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik.pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang dianggap cacat bisa mengalihkan perhatian pendengar.
Sehingga tidak terjadi bahasa yang komunikatif dan efektif.
Contohnya :
a.  Berbicara dengan nada tinggi akan menimbulkan kesalahan persepsi orang lain karena dianggap sedang marah dan kesal.
b.  Terlalu banyak bicara membuat orang bingung sehingga orang cenderung tidak memperhatikan.

3.  Wacana Ilmiah

Apa itu MS-DOS?
MS-DOS, singkatan dari Microsoft Disk Operating System, adalah sebuah sistem operasi yang sangat banyak digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Microsoft membuat MS-DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream, sebelum pada akhirnya menghentikan dukungan MS-DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah sistem operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan GUI) untuk pasar mainstream, yang disebut sebagai Microsoft Windows.
MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan perangkat lunak yang seolah menguasai dunia.
MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Paterrson yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.

Wacana Semi Ilmiah
Jadilah Sahabat Bumi!
Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini. Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah berjasa banyak pada Bumi.


Oleh karena itu, kita harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak Bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi, kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bis kita lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.
 

Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya adalah membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat Bahan Bakar Minyak dan masih banyak lagi.Mungkin kita sudah bosan dengan kata-kata "Buanglah Sampah Pada Tempatnya". Kita mendengar kata-kata itu sejak kita kecil sampai dewasa. Tetapi apakah kita sudah melakukan hal yang kita anggap sederhana tersebut? Mungkin ya, mungkin tidak. Kadang-kadang untuk sampah yang besar kita ingat, tetapi jika sampahnya kecil seperti sobekan kertas, plastik, atau bungkus snack, kita membuangnya begirtu saja. Jika kita ada di kelas, maka kita taruh sampah tersebut dikolong meja. jika ada diangkot maka ditaruh dibawah tempat duduk.

Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Itu menandakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran diri. Usia tidak berpengaruh pada sikap seseorang. Yang paling berpengaruh adalah kesadaran. Itu yang paling penting. Begitu juga dengan penggunaan listrik dan air. Kita selalu menganggap bahwa lebih banyak orang yang menngunakan air lebih banyak dari diri kita sendiri sehingga kita berpikir kalaupun kita menghemat, tetap saja tidak akan berguna. Itu adalah pemikiran yang salah. Jika semua orang berfikir itu, maka tidak akan ada yang berhemat bukan? Kita harus menanamkan pikiran segala sesuatu hal yang baik itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuik berbuat hal kebaikan.

Oleh karena itu, maka untuk menjaga lingkungan kita ini, lingkungan Bumi kita yang tercinta ini, lakukanlah suatu hal yang kecil karena sesuatu yang besar itu tidak ada sebelum ada hal yang kecil. Jika hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka hal kecil itu akan menjadi hal yang besar. Jika seribu orang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, maka daerah tersebut akan menjadi bersih. Tetapi jika seribu orang membuang sampah sembarangan, maka tentunya daerah itu akan sangat kotor sekali.
Jadi, janganlah pernah meremehkan hal-hal kecil seperti menghemat listrik, menghemat air, menghemat BBM, atau membuang sampah pada tempatnya. Lakukan mulai dari diri sendiri lalu tularkanlah pada orang-orang disekitar anda. Jadilha sahabat Bumi dan cintailah Bumi ini. Semoga jika kita telah melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, Bumi ini kembali indah, sejuk, segar dan udaranya nyaman sehingga ita semakin senang hidup di Bumi ini. JADILAH SAHABAT BUMI!


Wacana Non Ilmiah

Diusir di Pabrik Kapur(Anekdot)
Ketika sedang asyik melukis obyek pabrik kapur di suatu daerah, tahu-tahu seorang lelaki berbadan kekar mengendarai sepeda motor, berhenti persis di depannya.
”Sebentar, kamu tahu pabrik itu ada yang punya.”

”Ya tahu, wong langit saja juga ada yang punya kok.”

”Kamu tahu kalau menggambar itu ada ijinnya.”

”Ijin sama siapa?”

”Ya sama yang punya…”

Jengkel dengan gayanya yang mentang-mentang, Thalib langsung berdiri dan balik menggertak:

”Kamu tahu pangkatku?”

Lelaki itu menggeleng.

”Minggir,” Thalib mengibaskan tangannya, mengusir, lelaki tadi langsung pergi.

Dalam hati Thalib geli sendiri. Namun setelah itu konsentrasinya terganggu, tak bisa melukis lagi.


Nama   : Rakhmad Maulana Yusuf
NPM    : 15112968
Kelas    : 3KA27


sumber :
https://yuvitatjhang.wordpress.com/page/8/
http://drahmanisa.blogspot.com/2012/10/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan.html
Diberdayakan oleh Blogger.